Arjuna Sasrabahu Krama
Lakon pakem ini juga disebut Arjunawijaya Tapa Salebeting Guwa Ringin
Petak, mengisahkan perkawinan Arjunawijaya, yakni Aijuna Sasrabahu
sebelum naik takhta menjadi raja di Maespati. Dalam lakon pakem ini,
dikisahkan usaha Prabu Dasamuka untuk membunuh dan memenggal kepala 1000
orang pendeta di dunia. Untuk melaksanakannya, ia menugasi raksasa sakti bernama Yaksamuka.
Waktu hendak membunuh Begawan Jumanten dari Pertapaan Giriretno, usaha Yaksamuka dihalangi oleh Bambang Kertanadi, putra sang Begawan. Yaksamuka kalah dan lari, tetapi dikejar Bambang Kartanadi. Dalam pelariannya raksasa Alengka itu bertemu dengan Arjunawijaya, lalu minta perlindungan.
Setelah Bambang Kartanadi dapat menyusul, Arjunawijaya menghalangi niat Bambang Kartanadi membunuh Yaksamuka. Mereka berperang, sehingga Bambang Kartanadi takluk. Yaksamuka dan Bambang Kartanadi lalu bersama-sama mengabdi pada Arjunasasra.
Keduanya juga mengikuti Arjunawijaya pergi ke Tunjungpura, untuk melamar Dewi Citralangeni. Setelah dapat menenuhi segala persyaratan, Arjunawijaya menikah dengan Dewi Citralangeni, lalu membawanya pulang ke Kerajaan Maespati.
Bambang Kartanadi tetap mengikuti Arjunawijaya, tetapi Yaksamuka pulang kembali ke Alengka karena Bambang Kartanadi masih tetap mengancamnya. Ternyata sesampainya di Alengka, Yaksamuka dibunuh oleh Prabu Dasamuka karena dianggap gagal menunaikan tugas.
Waktu hendak membunuh Begawan Jumanten dari Pertapaan Giriretno, usaha Yaksamuka dihalangi oleh Bambang Kertanadi, putra sang Begawan. Yaksamuka kalah dan lari, tetapi dikejar Bambang Kartanadi. Dalam pelariannya raksasa Alengka itu bertemu dengan Arjunawijaya, lalu minta perlindungan.
Setelah Bambang Kartanadi dapat menyusul, Arjunawijaya menghalangi niat Bambang Kartanadi membunuh Yaksamuka. Mereka berperang, sehingga Bambang Kartanadi takluk. Yaksamuka dan Bambang Kartanadi lalu bersama-sama mengabdi pada Arjunasasra.
Keduanya juga mengikuti Arjunawijaya pergi ke Tunjungpura, untuk melamar Dewi Citralangeni. Setelah dapat menenuhi segala persyaratan, Arjunawijaya menikah dengan Dewi Citralangeni, lalu membawanya pulang ke Kerajaan Maespati.
Bambang Kartanadi tetap mengikuti Arjunawijaya, tetapi Yaksamuka pulang kembali ke Alengka karena Bambang Kartanadi masih tetap mengancamnya. Ternyata sesampainya di Alengka, Yaksamuka dibunuh oleh Prabu Dasamuka karena dianggap gagal menunaikan tugas.
ceritawayangkulit.wordpress.com/2014/04/12/arjuna-sasrabahu-krama/
Dewi Citrawati
DEWI CITRAWATI adalah putri sulung Prabu Citradarma, raja negara Magada
dengan permaisuri Dewi Citraresmi. Ia mempunyai adik kandung bernama
Citragada, yang kemudian menjadi raja negara Magada menggantikan
ayahnya. Dewi Citrawati diyakini sebagai titisan Bathari Sri Widowati.
Berwajah sangat cantik, anggun penampilannya, jatmika dan suci
trilaksita (ucapan, pikiran dan hati) nya.
Ketika remaja, Dewi
Citrawati pernah menjadi lamaran raja-raja seribu negara yang dibawah
pimpinan Prabu Darmawasesa, raja negara Widarba membuat perkemahan di
luar kota Magada untuk sewaktu-waktu menyerang kota Magada. Kedatangan
Bambang Sumantri sebagai utusan resmi Prabu Arjunasasra, raja negara
Maespati untuk melamar dirinya, dapat diterima Dewi Citrawati dengan
persyaratan, Sumantri dapat memberikan putri Domas (800 orang), karena
Dewi Citrawati ingin bersuamikan satria penjelmaan Dewa Wisnu. Sumantri
dapat memenuhi persyaratan tersebut setelah menaklukan Prabu Darmawasesa
dan sekutunya. Dewi Citrawati kemudian diboyong ke negara Maespati dan
diperistri Prabu Arjunasasra. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh
seorang putra bernama Ruryana.
Akhir riwayat Dewi Citrawati diceritakan, ia meninggal bunuh diri karena ditipu Wil Sukrasarana, punggawa Prabu Dasamuka yang melapor bahwa Prabu Arjunasasra gugur dalam pertempuran melawan Prabu Dasamuka. Sedangkan menurut kisah pedalangan, jenazah Dewi Citrawati dihidupkan kembali oleh Hyang Waruna. Dewi Citrawati meninggal terjun kedalam pancaka (api pembakaran jenazah) belapati atas kematian Prabu Arjunasasra yang tewas dalam pertempuran melawan Ramaparasu/Rama Bargawa.
Akhir riwayat Dewi Citrawati diceritakan, ia meninggal bunuh diri karena ditipu Wil Sukrasarana, punggawa Prabu Dasamuka yang melapor bahwa Prabu Arjunasasra gugur dalam pertempuran melawan Prabu Dasamuka. Sedangkan menurut kisah pedalangan, jenazah Dewi Citrawati dihidupkan kembali oleh Hyang Waruna. Dewi Citrawati meninggal terjun kedalam pancaka (api pembakaran jenazah) belapati atas kematian Prabu Arjunasasra yang tewas dalam pertempuran melawan Ramaparasu/Rama Bargawa.
http://caritawayang.blogspot.com/2015/05/dewi-citrawati.html
Gambar: Prabu Arjunasasrabahu Gambar: Prabu Arjunawijaya


Gambar: Prabu Arjunasasrabahu Gambar: Prabu Arjunawijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar